Sempatkah kau mendengar aku berteriak dalam mulut tertutup
rapat, mungkin kau tak peduli. Kini entah kau yang bertopeng atau aku yang
bertopeng. Aku yang berpura- pura bahwa semua keadaan ini normal dan kamu yang
berpura- pura peduli aku. Tawa palsu mungkin obat yang paling ampuh jadi tempat
aku bersembunyi. Bersembunyi dari kemunafikan tentang aku yang berkata semua
baik- baik saja.
Lelahku sudah diambang batas. Tak tahu harus bidak mana lagi
yang harus kubuat berjalan. Semakin aku maju, rasanya kata menang semakin jauh
dan rasanya perlahan mati dihempas tiupan angin membujur ke ufuk barat. Perih ini
tak kunjung hilang, walau aku punya obatnya. Waktupun tak pernah memberi aku
sedikit kesempatan untuk bernafas sejenak. Entah itu sekedar duduk menikmati
senja dan nyanyian angin tau menanti datangnya segerombol merpati dengan mawar
putih.
Sampai akhirnya pesona biru semakin pudar kini kulihat,
pucat pasi membeku diujung pelangi. Yang aku rasakan kini bukan lagi biru, tapi
abu2 yang sejujurnya tidak jelas. Aku iri dengan Dewa Neptunus sebenarnya. Begitu
dekat dengan biru. Kalau saja aku bisa memohon padanya “ maukah engkau berbagi
biru denganku? aku ingin 1 birumu yang benar- benar biru seutuhnya”, bukan biru
yang banyak peran. Jutaan permohonan untukmu banyak sebenarnya. Tapi aku sendiri
bingung memulainya dari mana karena terlalu banyak harapan biru melayang
diotakku.
Selalu aku berfikir apa mawar juga menginginkan tangkai yang
sama dengan tulip. Terlalu banyak teka- teki. Logikaku saja sudah tak mampu
mengapai jawabannya. Bahkan untuk percaya pun mungkin hanya sepersekian bagian
yang aku bisa. Andai saja aku secerdik kau mungkin aku sama sepertimu yang bisa
bersikap acuh. Kau membuatku seakan
sedang berdiri diatas mawar dan memintaku untuk memilih jalan turun. Yang aku
tau antara aku melompat atau aku memaksa berjalan diatas duri. Yaa mungkin katamu masa bodoh, “aku sudah
dibawah dan aku sudah selamat” itu bayanganku.
Sepertinya aku akan disini, tetap diam diatas mawar dan
menunggu kumbang yang sedia memberikan tumpangan mungkin J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar