Kamis, 17 Mei 2012

Jawabannya?

Sempatkah kau mendengar aku berteriak dalam mulut tertutup rapat, mungkin kau tak peduli. Kini entah kau yang bertopeng atau aku yang bertopeng. Aku yang berpura- pura bahwa semua keadaan ini normal dan kamu yang berpura- pura peduli aku. Tawa palsu mungkin obat yang paling ampuh jadi tempat aku bersembunyi. Bersembunyi dari kemunafikan tentang aku yang berkata semua baik- baik saja. 

Lelahku sudah diambang batas. Tak tahu harus bidak mana lagi yang harus kubuat berjalan. Semakin aku maju, rasanya kata menang semakin jauh dan rasanya perlahan mati dihempas tiupan angin membujur ke ufuk barat. Perih ini tak kunjung hilang, walau aku punya obatnya. Waktupun tak pernah memberi aku sedikit kesempatan untuk bernafas sejenak. Entah itu sekedar duduk menikmati senja dan nyanyian angin tau menanti datangnya segerombol merpati dengan mawar putih.

Sampai akhirnya pesona biru semakin pudar kini kulihat, pucat pasi membeku diujung pelangi. Yang aku rasakan kini bukan lagi biru, tapi abu2 yang sejujurnya tidak jelas. Aku iri dengan Dewa Neptunus sebenarnya. Begitu dekat dengan biru. Kalau saja aku bisa memohon padanya “ maukah engkau berbagi biru denganku? aku ingin 1 birumu yang benar- benar biru seutuhnya”, bukan biru yang banyak peran. Jutaan permohonan untukmu banyak sebenarnya. Tapi aku sendiri bingung memulainya dari mana karena terlalu banyak harapan biru melayang diotakku.

Selalu aku berfikir apa mawar juga menginginkan tangkai yang sama dengan tulip. Terlalu banyak teka- teki. Logikaku saja sudah tak mampu mengapai jawabannya. Bahkan untuk percaya pun mungkin hanya sepersekian bagian yang aku bisa. Andai saja aku secerdik kau mungkin aku sama sepertimu yang bisa bersikap acuh.  Kau membuatku seakan sedang berdiri diatas mawar dan memintaku untuk memilih jalan turun. Yang aku tau antara aku melompat atau aku memaksa berjalan diatas duri.  Yaa mungkin katamu masa bodoh, “aku sudah dibawah dan aku sudah selamat” itu bayanganku.
Sepertinya aku akan disini, tetap diam diatas mawar dan menunggu kumbang yang sedia memberikan tumpangan mungkin J







Tidak ada komentar:

Posting Komentar