Saat pertama kulihat dia hari itu, sudah kukatakan aku tidak akan menyukainya.Pria dengan tubuh mungil, ikal yang mengalihkan segalanya.Aku bilang aku tidak tertarikAku bilang letupan petasan kecil didadaku hanyalah sebuah letupan tak berartiSemua sirnaTuhan aku berbohongAku berbohong pada semuanya, pada temanku pada dirikuPerasaan ini kembali, hangat seperti mentari pagiAku bilang aku tidak akan jatuh cinta lagi, aku bilang aku muak dengan perasaan cintaEntah mengapa untuk yang satu ini aku tidak bisa mengelakIngin rasanya aku terbang kelangit ketujuh dan jatuh dipangkuannyaDia hadir disaat yang tepat ketika awan hitam kelabu menghampiriKetika jantungku rasanya ingin berhentiKetika kegilaan ini menghampiri karena rasa sakitKetika mataku tertutup rapat- rapat dari semua kebenaranSuara lirih yang kau bawa membangunkankuAku ingat hangatnya pungungmu menopangku ketika aku rapuhKetika itu kau spesial bagiku lebih dari spesial bisa kubilangDan aku sadari TuhanSeketika itu aku jatuh cinta
Rabu, 09 Mei 2012
Ikal
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar