Sabtu, 16 Juni 2012

the last

selamat malam dewa neptunus
ya amoun suram sekali hari ini sepertinya
H-2 menuju ujian akhir tapi tetap saja semangatku belum terkumpul
apalagi sejak semenit yang lalu
aku menemukan jawaban
dibalik kebahagiaanku kini aku benar- benar amat sangat hancur
pangeran ikal kini menemukan putrinya
sayembara terakhir memutuskan bahwa wanita beralis tebal pelabuhannya
yah, mereka memang cocok, tampan dan cantik
aku masih mencintai pangeran ikal
dibalik kata selamat aku simpan jutaan sayatan yang mungkin takan aku bagi dengan siapapun
aku harap takan ada yang ke-3 kali dan seterusny
aku ingin pangeran yang lain dewa
 pangeran ikal seharusnya tak perlu bersembunyi berkata seolah- olah aku wanitanya
mambuat aku seperti keledai bodoh hahahahaha
aku berterimakasih padamu dewa neptunus
kau baik hati sekali padaku memberikan jawaban secepat ini
untungnya aku kuat
dan aku amat sangat berterimakasih karena kau memberikan fredic untukku
bahunya, nasehatnnya, segalanya dewa

oh yaa, aku punya permintaan
terakhir kali .......
" kalau memang kau tak mengizinkan aku memiliki pangeran ikal seutuhnya. izinkan aku tetap dalam ingatan. berikan aku satu rungan khusus yang memang hanya ada aku dewa. tempat yang tak perlu aku bagi dengan wanita itu. walau kasat mata tapi cukup untuku. jangan biarkan aku hanya menjadi angin lalu dan penghias"
amiin 

terimakasih Dewa Neptunus :)

Minggu, 20 Mei 2012

bukan biru lagi

Hallo Dewa Neptunus
apa kabarmu hari ini?
aku punya kabar gembira untukmu
mungkin kau bosan mendengarnya
kemarin aku sudah bercerita banyak denganmu tentang biru
kau tahu pasti kan siap maksudku?
permintaanku untuk berbagi biru sepertinya tidak perlu kau hiraukan lagi
kalau kau tanya mengapa, sebenarnya akupun tak tahu jawabannya apa
waktu sepertinya mulai berbaik hati padaku
berbagi sebagian menitnya untuk membantuku menghapus biru
ahhhhhh betapa bahagianya
kalau saja aku mercon, mungkin aku sudah lepas landas ke langit
uuuppppsss jangan langit, dia kan sama birunya

"apa kau sudah tak menyukai biru?"
tidak. aku suka. bahkan aku masih ingin jadi bagian dari biru

"lantas?"
tak tahulaaah, aku menyerah sepertinya. 
biru yang aku minta padamu terlalu terang.
 mataku tak bisa melihat
bahkan untuk sekedar melirikpun aku perlu mengernyitkan dahi dan mataku
aku rela kalau memang biru itu harus berubah jadi merah atau jingga
mungkin sudah waktunya
sebiru-birunya biru takan pernah muncul warna emas

aku tidak sedih sekarang hahahahaha
bahkan aku bahagia Dewa
berkat birumu aku tahu banyak hal
bukan berarti aku tak mengiginkan biru, aku tak berbagi denganmu lagi hei Dewa Neptunus
mungkin ada kisah biru yang lain selanjutnya 
dan aku tak sabar :))

Kamis, 17 Mei 2012

Jawabannya?

Sempatkah kau mendengar aku berteriak dalam mulut tertutup rapat, mungkin kau tak peduli. Kini entah kau yang bertopeng atau aku yang bertopeng. Aku yang berpura- pura bahwa semua keadaan ini normal dan kamu yang berpura- pura peduli aku. Tawa palsu mungkin obat yang paling ampuh jadi tempat aku bersembunyi. Bersembunyi dari kemunafikan tentang aku yang berkata semua baik- baik saja. 

Lelahku sudah diambang batas. Tak tahu harus bidak mana lagi yang harus kubuat berjalan. Semakin aku maju, rasanya kata menang semakin jauh dan rasanya perlahan mati dihempas tiupan angin membujur ke ufuk barat. Perih ini tak kunjung hilang, walau aku punya obatnya. Waktupun tak pernah memberi aku sedikit kesempatan untuk bernafas sejenak. Entah itu sekedar duduk menikmati senja dan nyanyian angin tau menanti datangnya segerombol merpati dengan mawar putih.

Sampai akhirnya pesona biru semakin pudar kini kulihat, pucat pasi membeku diujung pelangi. Yang aku rasakan kini bukan lagi biru, tapi abu2 yang sejujurnya tidak jelas. Aku iri dengan Dewa Neptunus sebenarnya. Begitu dekat dengan biru. Kalau saja aku bisa memohon padanya “ maukah engkau berbagi biru denganku? aku ingin 1 birumu yang benar- benar biru seutuhnya”, bukan biru yang banyak peran. Jutaan permohonan untukmu banyak sebenarnya. Tapi aku sendiri bingung memulainya dari mana karena terlalu banyak harapan biru melayang diotakku.

Selalu aku berfikir apa mawar juga menginginkan tangkai yang sama dengan tulip. Terlalu banyak teka- teki. Logikaku saja sudah tak mampu mengapai jawabannya. Bahkan untuk percaya pun mungkin hanya sepersekian bagian yang aku bisa. Andai saja aku secerdik kau mungkin aku sama sepertimu yang bisa bersikap acuh.  Kau membuatku seakan sedang berdiri diatas mawar dan memintaku untuk memilih jalan turun. Yang aku tau antara aku melompat atau aku memaksa berjalan diatas duri.  Yaa mungkin katamu masa bodoh, “aku sudah dibawah dan aku sudah selamat” itu bayanganku.
Sepertinya aku akan disini, tetap diam diatas mawar dan menunggu kumbang yang sedia memberikan tumpangan mungkin J







Rabu, 16 Mei 2012

Langit

dulu sering kubilang kisah antar rembulan dan langit malam
entah aku atau kau yang jadi si langit
langit yang aku tau setia
langit yang aku tau biru
rembulan selalu bilang kalau dia cinta langit
entah itu birunya entah itu setianya entah itu ukurannya
masa bodoh ia bilang kalau langit hujan
tak peduli langit beri guntur atau apapun
tak pernah ia lihat yang seindah langit 
walau sering katanya lihat bintang
walau ia tahu matahari berdampingan
rembulan tetap ingin langit

kamu tahu ini tentang apa?
ini tentang aku dan kamu
aku yang mengagumi langit
aku yang mencintai langit
langit itu KAMU, yaaaaa KAMU
aku yang hanya bisa melihat kamu
entah apa itu, tapi aku tahu ada sesuatu
sesuatu yang tak pernah bisa aku lihat dari orang lain
selalu aku bilang aku memujamu
bahagia yang mungkin bisa dibilang sederhana
banyak orang bilang aku bodoh
sering kudengar kasak kusuk perdebatan malaikat dan setan tentang melupakan dan pengharapan
tapi aku tak peduli
aku hanya ingin langit

Minggu, 13 Mei 2012

Ikal 3

Sudah kubilang tadi, aku bukanlah wanita yang pandai merangkai kata- kata
Tak tahu harus apa lagi
Selalu Kubilang pada Dewa Neptunus kalo aku mencintai Pangeran Ikal
Masa bodoh ada pangeran lain yang memuja dan bernyayi dengan kalimat pujangga nan indah
Atau pada ia yang kusebut si kelabu atau apapun
Entah kenapa selalu ada alasan untuk kembali padamu
Hatiku selalu menoleh pada pria yang kusebut ikal
Walau kau tak sepuitis si pangeran pujangga
Walau tak pandai bersandiwara layak yang kelabu
Hanya kau pangeran ikal
Tak ada yang lain
Wahai Dewa Neptunus, kalau saja aku tak sepengecut yang kubilang
ingin kukatakan tak pernah aku berusaha melupakan
Tak pernah ada yang menggantikan namamu walau tangis mewakili asaku saat itu

Ikal Lagi

bukan kesatria berkuda atau superhero dibalik kostum super aneh
tapi pria ikal berpostur tubuh mungil dengan balutan kemeja sederhana yang selalu aku harap bertengger didepan pintu
siap membawa keduia yang entah berwarna warni atau apa
satu hal yang aku tahu betapa kotak tertawaku selalu berfungsi ketika aku bersanding dengannya
betapa selalu aku nanti tentangnya, entah itu sebuah pesan singkat atau sebuah pertemuan 

dulu atau sekarang tak ada bedanya
walau hampir 2 bulan kisah hanyut bersama duka
kisah singkat tentang aku dan pria yang kusebut ikal itu
memang tak seromantis kisah romeo dan juliet
tak seindah kisah rangga dan cinta
ya mungkin bisa kubilang kisah yang cukup

entah aku yang terlalu idiot atau apa
tapi sungguh hati ini terus berbicara tentang aku yang amat mengaguminya
mungkin konyol
mengharap punduk merindukan bulan
berjalan diatas harapan kosong
bodohnya aku menerima
yang aku lihat hanya sesosok makhluk ikal itu LAGI
dan aku peduli


Rabu, 09 Mei 2012

Ikal 2




Ceritaku selalu kamu

Yaaaaaa kamu, pria ikal

Jutaan kisah selalu terlintas dibemakku

Cerita konotasi yang selalu kubuat dengan judul "Aku dan Pangeran Ikal"

Terlalu Polos bagiku untuk tahu apa itu cinta dan kamu

Aku bukan Wanita yang pandai merangkai kata- kata sejujurnya

Bukan aku bermaksud merayu atau berbohong dengan ceritaku

Hanya tulisan kecil yang mewakili sepenggal kalimat yang membayang diotakku

Aku cinta kamu pangeran ikal

Sejak dulu, sejak aku pernah berlabuh walau sedetik kataku

Sering kulihat kau berjalan- jalan dipikiranku

Aku hanya bisa melihatmu dan kemudian menuangkannya dalam bentuk rentetan abjad

Mungkin katamu aku wanita pengecut yang bisanya bersembunyi dibalik paragraf

Kuakui memang benar

Aku pengecut karena aku lemah

Aku pengecutkarena aku rapuh

Rapuh karena cintamu wahai pangeran ikal

Cintamu yang pernah kurasakan hilang dari pandangan

Entah kapan kisah ini sampai ditelingamu

Bisik angin selalu kuharap jadi pak pos terakhir untukku

semoga :)