Sudah kubilang tadi, aku bukanlah wanita yang pandai merangkai kata- kata
Tak tahu harus apa lagi
Selalu Kubilang pada Dewa Neptunus kalo aku mencintai Pangeran Ikal
Masa bodoh ada pangeran lain yang memuja dan bernyayi dengan kalimat pujangga nan indah
Atau pada ia yang kusebut si kelabu atau apapun
Entah kenapa selalu ada alasan untuk kembali padamu
Hatiku selalu menoleh pada pria yang kusebut ikal
Walau kau tak sepuitis si pangeran pujangga
Walau tak pandai bersandiwara layak yang kelabu
Hanya kau pangeran ikal
Tak ada yang lain
Wahai Dewa Neptunus, kalau saja aku tak sepengecut yang kubilang
ingin kukatakan tak pernah aku berusaha melupakan
Tak pernah ada yang menggantikan namamu walau tangis mewakili asaku saat itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar